Selasa, 05 Januari 2016

PENGERTIAN BIOS


BIOS (Basic Input Output System)

Pengertian
Bios adalah singkatan dari Basic Input Output System, merupakan suatu software (ditulis dalah bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer, BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Complimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang bisa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer di matikan.


Fungsi Bios
Fungsi yang paling utama dari BIOS itu untuk memberikan intruksi yang biasa di kenal dengan istilah Power Ori Self Test (POST) yakni perintah untuk mengidentifikasi setiap perangkat seperti CPU, RAM, Kartu VGA, Keyboard dan Mouse, dan perangkat lainnya pada saat komputer memulai proses booting.
Sementara itu, BIOS ini sebenarnya pertama kali di gunakan di dalam komputer yakni di tahun 1981 oleh IBM PC. Saat ini jenis BIOS yang banyak di gunakan ada 3 yakni, AWARD BIOS, AMI BIOS dan PHOENIX BIOS.

Cara Kerja BIOS
Cara kerja BIOS adalah di mulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.


Menu-Menu Pengaturan Pada BIOS

Cara Akses BIOS
Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer di nyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya "Pres F2 to enter setup", maka langsung saja tekan tombol F2 berulang-ulang.

Cara setting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah:
  1. Standard CMOS Features, untuk setting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.
  2. Advance BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
  3. Advance Chipset Features.
  4. Integrated Peripherals.
  5. Power Management setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana sering di gunakan untuk overcloking.
  6. PnP/PCIConfiguration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangkat yang terpasang pada port PCI/PnP, misal vga pci, lancard pci, wirelles port pci, HDMI, dll.
  7. PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Supply.
  8. Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
  9. Load Optimized Default, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
  10. Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS.
  11. Set User Password.
  12. Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
  13. Exit Without Saving, keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.


Kesimpulan :
BIOS (Basic Input Output System) merupakan hal yang sangat vital yang dapat membantu kita saat hendak melakukan troubleshooting pada kerusakan komputer, seperti misalnya:
  1. Kasus komputer mati total ternyata bisa diatasi dengan cara mereset BIOS komputer.
  2. Saat hendak melakukan istallasi windows pengaturan first boot harus diatur terlebih dahulu disini.
  3. Melihat spesifikasi perkakas komputer.
  4. Bahkan saat mengoptimalkan kinerja komputer yang lebih dikenal dengan overclocking.

Sekian tadi pengertian dan fungsi-fungsi dari BIOS, semoga bermanfaat bagi teman-teman.


Kunjungi juga artikel-artikel atau tutorial yang telah saya buat sebelumnya: